Menjaga Kualitas Aplikasi Android

Kualitas berbanding terbalik dengan kuantitas. Jika kita mengejar kuantitas seringkali sulit untuk menjaga kualitas.

Di awal pengembangan aplikasi Android saya memiliki visi mempublish dua aplikasi per bulan. Yang penting saya membuat aplikasi Android yang banyak. Namun, hal itu sulit tercapai. Semakin banyak aplikasi yang saya buat semakin kewalahan saya memaintain dan mengembangkan aplikasi tersebut. Akibatnya kualitas kurang terjaga.

Dengan pengalaman tersebut, maka saya akan konsentrasi pada kualitas aplikasi yang sudah dibuat. Tidak lagi mementingkan jumlah aplikasi yang dikembangkan. Langkah yang saya tempuh untuk menjaga kualitas aplikasi Android di antaranya sebagai berikut :

  1. Memantau crash report, kemudian memperbaiki secepat mungkin
  2. Mendengarkan saran dan kritik dari pengguna. Menganalisa dan menentukan prioritas untuk pengembangan dan juga perbaikan selanjutnya. Jika Anda sebagai pengguna dari aplikasi saya, maka jangan sungkan untuk memberikan saran dan kritik. Langsung kirimkan email ke sales@plugie.com. Saya akan berusaha untuk membalas email Anda dan memenuhi apa yang Anda harapkan
  3. Melakukan testing secara terus menerus, mencari error dan memperbaikinya.
  4. Mencari cara yang lebih baik dalam menggunakan aplikasi. Atau dalam kata lain improvisasi user experience.

Dari langkah tersebut, yang terpenting adalah menentukan prioritas dan feature dari aplikasi mana yang perlu dikembangkan.

Impact dari peningkatan kualitas aplikasi secara terus-menerus adalah seringkali melakukan update aplikasi. Jadi jika Anda pengguna aplikasi saya, jangan heran aplikasi tersebut akan sering terupdate. Hal ini tentunya agar aplikasi tersebut semakin baik, semakin memenuhi harapan dari pengguna dan terjaga kualitasnya. Sehingga aplikasi Android yang dibuat menjadi yang terbaik di Indonesia atau bahkan di dunia. Aamiin

Aplikasi Android Ceramah Islam Terbaru

Katalog ceramah mengenai Islam dari ustadz ternama Indonesia seperti Ustadz Yusuf Mansur, Aa Gym, Aam Amirudin, Zulkifli Muhammad Ali, Felix Siauw dan banyak lagi.
Download rekaman ceramah kemudian dengarkan ceramah secara offline.
Perdalam terus ilmu agama Islam dengan mendownload aplikasi Ceramah Islam

Katalog/daftar ceramah tentang Agama Islam ini selalu uptodate dan bertambah. Insya Allah akan selalu diupdate dengan ceramah baru yang fresh dan menyegarkan hati.

====================================
DUKUNG HASIL KARYA BANGSA INDONESIA
DENGAN MENDOWNLOAD & MENGGUNAKANNYA
====================================

Undang teman dan keluarga untuk belajar agama Islam dengan mendengarkan Ceramah Islam menggunakan aplikasi ini.

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).

undefined

Cara Impor Daftar Barang ke Dalam Aplikasi Android Mesin Kasir

Aplikasi Android Mesin Kasir yang bisa didownload secara gratis di Google Play Store adalah aplikasi termudah untuk mengelola transaksi keuangan toko / bisnis Anda. Saat tulisan ini dibuat sudah didownload oleh lebih dari 10 ribu pengguna.

Salah satu kemudahan yang ditawarkan adalah Anda bisa membuat daftar barang menggunakan file excel kemudian mengimpornya ke dalam aplikasi android Mesin Kasir. Dengan cara ini Anda tidak perlu memasukkan barang satu per satu yang tentu saja akan kerepotan jika Anda memiliki barang puluhan bahkan ratusan.

Melalui tulisan ini saya akan menjelaskan secara lebih detil bagaimana cara mengimpor daftar barang ke dalam Aplikasi Android Mesin Kasir. Berikut adalah langkah-langkahnya :

  1. Buat file dengan file excel seperti contoh yang di bawah. Baris pertama adalah nama kolom. Jangan sampai ada kolom yang kosong. Jika harga beli tidak ada maka harus diisi angka 0. Count stock diisi Yes jika barang tersebut akan dihitung stoknya. Sebaliknya jika tidak dihitung maka diisi No.
  2. MesinKasir impor 1

  3. Isi daftar barang Anda ke dalam file excel tersebut.
  4. Ubah separator file csv dengan tanda | (pipe). Secara lengkap dapat mengikuti petunjuk di sini. Hal ini dilakukan agar pada saat Anda menyimpan file excel sebagai CSV, tanda pemisah antar kolom menggunakan |
  5. Simpan file tersebut sebagai csv
  6. mesinkasir impor 2

    mesinkasir impor 3

  7. File csv tersebut jika dibuka dengan notepad akan terlihat seperti di bawah. Kolom dipisahkan dengan tanda |
  8. mesinkasir impor 4

  9. Upload file tersebut dari komputer Anda ke Google Drive Anda
  10. Buka Google Drive di handphone Anda dan download file csv tersebut
  11. Buka aplikasi Mesin Kasir. Masuk menu Atur Barang dan tekan tombol impor
  12. mesinkasir impor 5

  13. Pilih file csv yang baru Anda download. File csv bisa Anda pilih langsung dari akun Google Drive Anda jika Anda tidak melakukan download terlebih dahulu pada langkah 7 di atas

Perbedaan Where dan On Pada Left Join SQL

Biasanya aplikasi Android yang berhubungan dengan data, misal menampilkan atau menambahkan / mengedit data, pasti menggunakan SQL dalam pemrosesan data tersebut. SQL nya dapat ditempatkan di sisi aplikasi Androidnya sendiri atau pun di sisi server.

Oleh karena SQL sangat dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi Android maka kali ini saya akan membahas sedikit mengenai perbedaan Where dan On pada left join SQL. Langsung ke contoh untuk lebih jelasnya.

Misal kita memiliki dua buah tabel yaitu Table_A & Table_B seperti di bawah.

Table_A:

date_sell customer_number outlet_number
2016-07-14 628170000001 628189998887
2016-07-15 628170000002 628189998887
2016-07-15 628170000003 628189998887
2016-07-15 628170000004 628189998887
2016-07-15 628170000005 628189998887

Table_B:

date_trn customer_number
2016-07-23 628170000001
2016-07-23 628170000002
2016-07-23 628170000003
2016-07-23 628189998887
2016-07-23 628170000005

Jika kita menempatkan date_sell di bagian On saat melakukan left join seperti berikut :

select a.date_sell, a.customer_number, a.outlet_number, b.date_trn from table_a a left outer join table_b b on a.customer_number=b.customer_number and a.date_sell=’2016-07-14′

Maka hasilnya adalah seperti di bawah:

date_sell customer_number outlet_number date_trn
2016-07-14 628170000001 628189998887 2016-07-23
2016-07-15 628170000002 628189998887 2016-07-23
2016-07-15 628170000003 628189998887 2016-07-23
2016-07-15 628170000004 628189998887 2016-07-23
2016-07-15 628170000005 628189998887 2016-07-23

Tentu saja jika kita sebenarnya ingin menampilkan hanya date_sell=’2016-07-14′ hasilnya akan salah.

Akan berbeda hasilnya jika kita menempatkan date_sell di sisi where seperti di bawah :

select a.date_sell, a.customer_number, a.outlet_number, b.date_trn from table_a a left outer join table_b b on a.customer_number=b.customer_number where a.date_sell=’2016-07-14′

Maka hasilnya sesuai dengan yang diharapkan seperti di bawah:

date_sell customer_number outlet_number date_trn
2016-07-14 628170000001 628189998887 2016-07-23

Pengembangan Aplikasi Android dengan Metode Agile

Alkasih ada sebuah perusahaan A yang membutuhkan aplikasi Android untuk mendukung proses bisnisnya. Setelah melalui proses panjang akhirnya ditentukan untuk membeli aplikasi android dari vendor B. Alasan utama dipilihnya vendor B dikarenakan aplikasi android yang sudah didevelop oleh vendor B sudah digunakan oleh perusahan lain yang proses bisnisnya sejenis dengan perusahaan A.

Setelah aplikasi android tersebut digunakan, ditemukan banyak kekurangan atau perlu adanya penambahan fungsi agar proses bisnis dapat berjalan lancar. Untuk kebutuhan tambahan tersebut Vendor A meminta tambahan biaya dan waktu untuk development. Proses negosiasi berjalan alot karena baik perusahaan A maupun Vendor B memiliki pandangan yang berbeda. Perusahaan A menganggap bahwa penambahan tersebut seharusnya sudah masuk dalam delivery dan tidak diperlukan tambahan biaya. Perusahaan A meminta proses development yang cepat karena sangat dibutuhkan oleh user. Sedangkan vendor B menilai hal itu di luar scope dalam perjanjian awal. Selain itu waktu yang dibutuhkan pun di luar ekspektasi dari Perusahaan A.

Mungkin cerita di atas bisa saja terjadi di perusahaan Anda. Proses development aplikasi android atau secara umum pengembangan software boleh dibilang cukup sulit untuk scoping dan penilaian biayanya. Karena jika dibandingkan dengan pengembangan rumah/bangunan maka hasil dan proses development aplikasi Android tidak kasat mata, sukar dilihat oleh user. Untuk pengembangan rumah/bangunan user dapat melihat secara langsung proses pengembangannya dan apa yang dihasilkan. Perencanaan dapat lebih mudah dengan melihat design arsitekturnya.

Dengan mempelajari kasus di atas, saya memberikan solusi pengembangan aplikasi android dengan metode agile. Di mana proses pengembangan dilakukan secara bertahap. Secara garis besar prosesnya dapat dilihat di gambar di bawah.

agile

Konsep utama dari proses ini adalah user harus menentukan requirement yang dibagi per fase. Satu fase mungkin ditentukan berdasarkan lamanya proses development untuk fase tersebut. Misal satu fase adalah satu minggu. Hal lain yang perlu ditentukan adalah keterlibatan user dalam melakukan testing untuk menentukan kekurangan atau penambahan fungsi / feature untuk fase berikutnya.

Contoh requirement fase satu :
1. User dapat registrasi atau login langsung dengan social network
2. Data yang diinput saat registrasi menggunakan email sebagai user id nya.
3. Email yang diinput divalidasi dengan cara user mengklik URL yang dikirimkan server ke alamat email user yang didaftarkan.

Setelah development maka user harus melakukan Testing dan menemukan kekurangan atau tambahan feature yang harus didevelop di fase berikutnya.

Dengan proses seperti ini diharapkan kekurangan atau fitur yang diinginkan dapat dideteksi sedini mungkin selama proses development. Sehingga dapat segera diperbaiki atau disesuaikan sesuai dengan harapan dari user. Berbeda dari kasus perusahaan A di atas, di mana kekurangan / fitur tambahan ditemukan setelah terjadinya kesepakatan, delivery dan digunakan oleh user di Perusahaan A.

Dengan proses ini juga pembayaran dapat disepakasi per fase atau per bulan. Tidak perlu user membayar seluruh proses yang biasanya sangat mahal. Bisa jadi pembayaran bisa lebih murah karena setelah dilakukan maka cukup satu fase sudah selesai. Tidak serumit dari dugaan semula.

Jika di tengah jalan kedua belah pihak tidak ingin melanjutkan proses development, maka hal tersebut dapat dimungkinkan. Tidak ada yang merasa dirugikan karena delivery sudah dilakukan, user sudah menerima apa yang diminta. Dari sisi development pun sudah sesuai dengan bayaran yang disepakati. Intinya lebih dapat terukur. Dibandingkan development dengan requirement yang banyak, waktu development yang lama yang pada akhirnya tidak sesuai dengan yang diharapkan karena sulit untuk dideteksi apa yang diinginkan oleh user.

Perbedaan User Interface (UI) dan User Experience (UX)

Sekitar tahun 2014 lalu saya menghadiri acara yang diadakan Google dan Kibar. Salah satu topik yaitu mengenai User Interface (UI) dan User Experience (UX) yang dibawakan oleh Benny Fajarai (founder dari kreavi.com). Beliau memberikan contoh yang baik dan mudah dimengerti mengenai perbedaan UI dan UX dengan sebuah analogi kurang lebih sebagai berikut:

Jika Anda melihat makanan yang disajikan begitu menggoda begitu menarik dan sedap dipandang mata maka itulah UI tapi setelah Anda mencoba dan merasakan makanan tersebut maka itulah yang disebut UX.

Di dunia pengembangan aplikasi Android, tampilan aplikasi yang dilihat oleh pengguna adalah UI. Bagaimana tampilan itu sangat menggoda atau malah sebaliknya merupakan tangung jawab dari UI design. Tapi jika aplikasi tersebut sudah dicoba, seberapa mudah, seberapa interaktif, seberapa cepat pengguna dapat memahami fungsi dari aplikasi, fungsi dari tombol menu dan kata maka merupakan tanggung jawab dari UX designer

Digital Nomad

Info grafik menarik mengenai Digital Nomad bisa dilihat di bawah. Sangat menarik untuk diterapkan terutama bagi yang berprofesi sebagai Independent Android Developer. Tapi yang lebih penting apakah hal tersebut memberikan penghasilan yang cukup untuk kehidupan sehari – hari.


digital-nomad
Sumber gambar: https://pisceswrites.wordpress.com/2015/10/11/gaya-hidup-digital-go-for-it/

Mobile Sketchpad

Mobile sketchpad ini saya dapatkan dari acara Google Developers Summit 2015 yang diadakan di Museum Nasional (a.k.a Museum Gajah) bulan Maret tahun 2015 lalu. Dengan menggunakan mobile sketchpad kita dapat membuat coretan layout user interface dari aplikasi Android yang akan dibuat. Biasanya berguna di tahap awal untuk menginventaris atau menuangkan ide yang ada di dalam otak sebelum mulai develop aplikasi Android. Cukup membantu jika sedang bingung mau mulai dari mana untuk mendevelop aplikasi Androidnya.

Idealnya setelah dibuat mobile sketch nya dilanjutkan dengan design mockup dan wireframing yang dilakukan oleh UI/UX designer. Namun berhubung hampir semua aplikasi Android yang saya buat tanpa melibatkan designer, ya mau tidak mau setelah dibuat mobile sketch nya langsung saya develop aplikasi Android nya.

Berikut adalah tampilan dari mobile sketchpad


IMG_20160421_055549
IMG_20160421_055704

Penggunaan SSL Untuk Website dan Aplikasi Android

Mulai tanggal 14 Februari 2016, saya menggunakan SSL untuk mengamankan komunikasi Internet dari pengunjung website ini. Untuk aplikasi Android yang saya buat akan mulai menggunakan SSL secara bertahap. Tentunya hal ini dengan tujuan demi kenyamanan dan keamanan Anda sebagai pengunjung website dan juga pengguna Aplikasi Android.

Penggunaan SSL untuk website dapat diketahui dengan cara melihat URL yang diakses yang dimulai dengan https. Berbeda dengan tanpa SSL yang menggunakan http. Selain itu penggunaan sertifikat SSL yang resmi dan diakui keamanannya dapat dibuktikan dengan melihat warna hijau di tulisan https seperti gambar di bawah :

https-android

Aplikasi Android Mesin Kasir

Beberapa waktu lalu sebelum penggunaan Smartphone meningkat, Mesin Kasir masih berbentuk komputer yang didalamnya di install aplikasi khusus atau berupa mesin yang dibuat khusus untuk memudahkan pekerjaan transaksi kasir. Namun saat ini dengan kecanggihan Android dan kemudahan dalam pengembangan aplikasi Android, kita sudah dapat menggunakan handphone Android sebagai Mesin Kasir. Caranya yaitu dengan menginstall aplikasi Android Mesin Kasir di handphone Android kita.

Aplikasi Android Mesin Kasir tersebut dapat di download gratis di Google Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.plugie.mesinkasir

Get it on Google Play
Kelebihan penggunaan Aplikasi Android Mesin Kasir di antaranya :

  1. Lebih murah. Karena tidak perlu biaya khusus untuk pembelian komputer atau mesin kasir khusus. Cukup menggunakan handphone Android yang sepertinya sudah pasti Anda miliki saat ini. Jika belum, saatnya Anda membeli handphone Android 🙂
  2. Tidak memakan tempat. Dengan ukuran handphone Android yang relatif kecil (rata – rata 4 inchi) Anda sudah dapat memiliki Mesin Kasir
  3. Dapat melihat stok barang yang Anda perjualbelikan
  4. Perhitungan pembayaran dan kembalian secara otomatis
  5. Laporan berbentuk file CSV yang dapat Anda analisa menggunakan microsoft excel
  6. Penggunaan yang mudah

Anda dapat bergabung ke GROUP Facebook Aplikasi Android Mesin Kasir : https://www.facebook.com/groups/950819431670072/. Di group tersebut Anda dapat berbagi tips, trik, saran dan kritik dalam penggunaan Aplikasi Android Mesin Kasir. Anda pun dapat meminta untuk penambahan fungsi / fitur yang belum ada di aplikasi android mesin kasir. Sehingga aplikasi Android tersebut dapat sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda

Petunjuk penggunakan Aplikasi Android Mesin Kasir dapat dipelajari melalui slide share di bawah: